Kanker jenis apa? Sel adalah pertumbuhan pada saat terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Risikonya 30-40 menit, dan jika Anda dapat berubah pikiran. Sel kanker dapat tumbuh hampir di setiap bagian tubuh, tidak tertutup pada organ reproduksi wanita. Jenis kanker yang dapat tumbuh pada organ reproduksi wanita yaitu kanker ovarium (indung tellur), kanker vulva, kanker Rahim (rahim) dan kanker mulut Rahim (serviks).

Kanker Ovarium (Indung Telur)

Kanker ovarium (indung tellur) dapat terjadi pada semua usia. Kanker ini sulit diperkirakan pada stadium awal dan akan terasa pada stadium lanjut, adapun gejala nya yaitu: sakit pada perut bawah, berat badan menurun, benjolan di perut, perut bengkak akibat penumpukan cairan di perut. Untuk melihat apakah ada kanker ovarium dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan USG dan CT Scan. Pengobatan untuk kanker ovarium dapat dilakukan dengan Operasi, Kemoterapi dan Radioterapi.

Kanker Vulva

Kanker vulva. Vulva merupakan alat kelamin bagian luar. Dalam hal ini, vulva kanker adalah jenis kanker yang paling umum di dalam tubuh. Kanker ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu penyakit menular seks, hubungan seks pad usia dini, berganti-ganti pasangan seks, merokok, dan peradangan vulva menahun. Penyebab dari kanker vulva adalah benjolan di daerah vulva yang rapuh dan bau, serta nyeri. Selain kemungkinan kanker, mungkin ada biopsi kanker vulva dalam kasus kemoterapi dan radioterapi.

Kanker Rahim (Uterus)

Selanjutnya kanker rahim (tumor) merupakan tumor ganas pada endometrium, kanker ini paling sering menyerang wanita mulai 50-60 tahun. Penyebabnya tidak diketahui, namun terkait dengan peningkatan kadar estrogen dan faktor genetik. Tidak mungkin bagi seorang wanita untuk memiliki kanker di tubuhnya, dia bukan orang normal, dia adalah anak-anak, dia adalah vagina, dia menopause, dia nafsu, dia kenyaang, dia adalah wanita, dia adalah anak-anak. Faktor risiko yang dapat mempengaruhi risiko kanker rahim adalah usia, penebalan selaput leher rahim (hiperplasia endometrium), obesitas, diabetes, terapi sulih hormon, konsumsi tamoxifen, dibayar pada usia sebelum 12 tahun, menopause pada usia 52 tahun. Tidak memiliki anak, dan endometrium polip.

Kanker Serviks (Leher Rahim)

Kemudian kanker serviks (leher rahim) adalah penyakit akibat tumor ganas di daerah mulut rahim. Kanker ini tidak pernah ditemukan pada wanita yang tidak pernah melakukan hubungan seks. Insiden paling tinggi terjadi pada wanita usia 35-55 tahun. Kanker serviks terjadi karena keberadaan virus HPV tipe 16 dan 18. Ada faktor pencetus kanker serviks yang berkaitan dengan usia pertama kali melakukan hubungan seksual, jumlah kehamilan, usia muda (di bawah 20 tahun) dan merokok.

Kanker serviks memiliki gejala yaitu adanya keputihan, perdarahan kontak, nyeri panggul, berat badan menurun. Deteksi layanan kanker kanker dapat dilakukan dengan papsmear, colposcopy, biopsi, operasi kanker, operasi dan kemoterapi. Kanker serviks adalah kanker yang dapat dicegah melalui vaccinasi HPV. Vaksinasi dapat diberikan mulai dari 11 tahun untuk perlindungan seumur hidup. Namun, untuk wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, harus melakukan papsmear terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi.

Narasumber:

Andi Nina Mallarangeng SpOG

Dokter Spesialis Spesialis di Kandungan

RS Awal Bros Pekanbaru

Pos Kanker pada Organ Reproduksi Wanita muncul pertama kali di RS Awal Bros.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here